Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Pemisahan Pemilu 2029: Efisiensi Administratif atau Pengkhianatan Konstitusi?

Pemisahan Pemilu 2029: Efisiensi Administratif atau Pengkhianatan Konstitusi?

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja menorehkan keputusan kontroversial dengan memisahkan penyelenggaraan Pemilu nasional dan daerah mulai 2029. Langkah ini mengakhiri sistem Pemilu lima kotak yang selama ini menjadi polemik di kalangan penyelenggara pemilu. Namun, di balik klaim efisiensi biaya dan penyederhanaan proses, muncul gelombang kritik dari para ahli hukum tata negara yang menilai keputusan ini sebagai pelanggaran terhadap roh konstitusi.

Profesor Sunarno Edi Wibowo, Praktisi hukum, menegaskan bahwa putusan MK ini berbenturan langsung dengan Pasal 18 dan 22 UUD 1945. Kedua pasal tersebut secara tegas mengatur prinsip keserentakan dalam pemilihan legislatif dan eksekutif. “Ini bukan sekadar persoalan teknis belaka, melainkan menyangkut konsistensi konstitusi kita sebagai negara hukum,” tegas Sunarno.

Pemisahan jadwal pemilu ini diprediksi akan menciptakan disorientasi politik di tingkat akar rumput. Masyarakat, yang selama ini sudah terbiasa dengan sistem pemilu serentak, berpotensi mengalami kebingungan dalam memahami mekanisme pemilihan yang terpisah. Selain itu, partai politik dipaksa melakukan revisi besar-besaran terhadap roadmap politik mereka yang telah disusun untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga  Prof. Hufron Bongkar Dampak Pecahnya Kotak Suara: Demokrasi Dijerat Yuristokrasi?

MK berargumen bahwa pemisahan ini akan menghemat anggaran KPU secara signifikan. Namun, Sunarno mengingatkan bahwa efisiensi administratif tidak boleh mengorbankan prinsip demokrasi. “Kita harus menghitung biaya politik tersembunyi yang mungkin lebih mahal daripada sekadar penghematan anggaran,” ujarnya.

Prof Bowo memperkenalkan istilah ekstrapotitah untuk menggambarkan kekhawatirannya terhadap putusan ini. Istilah ini merujuk pada situasi ketika lembaga yudikatif dinilai telah melampaui kewenangan konstitusionalnya. “Ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi sistem checks and balances kita,” paparnya.

Tak hanya itu, Prof Bowo menggunakan analogi kotak Pandora untuk menggambarkan kompleksitas masalah yang mungkin timbul dari putusan ini. “Kita tidak hanya berbicara tentang pemisahan jadwal, tapi juga fragmentasi sistem politik yang bisa terjadi,” jelasnya.

Di akhir analisisnya, Sunarno mengajak semua pihak untuk merenungkan pertanyaan mendasar: “Apakah langkah ini benar-benar memperkuat demokrasi atau justru menciptakan anarki politik?” Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan wajah demokrasi Indonesia di masa depan.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilihan Olahraga Ringan untuk Penderita Obesitas

    Pilihan Olahraga Ringan untuk Penderita Obesitas, Sehat Tanpa Takut Cedera!

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Banyak orang bilang, “kalau mau sehat, harus rajin olahraga!”. Tapi buat penderita obesitas, pernyataan ini kadang bikin minder duluan. Bagaimana tidak? Bayangkan jika seseorang dengan berat badan berlebih langsung disuruh lari maraton atau melakukan workout berintensitas tinggi seperti HIIT. Bukannya sehat, yang ada malah keseleo, sakit lutut, atau bahkan cedera serius! Nah, kabar […]

  • Ruwatan dan Tirakatan

    Ruwatan dan Tirakatan, Harmoni Sukses Ruang Publik Sidoarjo Menuju Indonesia Emas

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ratusan warga memadati GOR Delta Sidoarjo pada Rabu malam (27/8/2025). Mereka datang dari berbagai elemen di Sidoarjo, bukan sekadar untuk meramaikan sebuah acara. Mereka melainkan untuk berikhtiar bersama, meneguhkan doa dan kebersamaan melalui Tradisi Ruwatan dan Tirakatan. Gelaran ini sebagai wujud syukur sekaligus peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Suasana malam itu terasa […]

  • wisudawan termuda ITS

    Usia 19 Tahun, Arek Bondowoso Jadi Wisudawan Termuda di ITS

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Genap berusia 19 tahun 9 bulan, Giselle Hage resmi dikukuhkan sebagai wisudawan termuda pada gelaran Wisuda ke-129 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Meski masih usia muda tidak menghambat wisudawan dari Departemen Teknik Elektro ITS ini untuk bisa lebih dulu lulus dan akan diwisuda pada gelaran hari kedua, Minggu (21/4) nanti. Memulai pendidikan […]

  • tren estetika Korea

    Standar Estetika Korea Merambah Surabaya, Warga Kini Punya Alternatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Masyarakat Surabaya kini tak perlu lagi terbang ke Seoul untuk merasakan pengalaman perawatan kulit berstandar Korea Selatan. Tren estetika medis yang mengedepankan pendekatan natural dan preventif itu akhirnya bisa diakses langsung di Kota Pahlawan. Kehadiran layanan berstandar Korea ini menjawab tingginya minat warga Surabaya terhadap perawatan kulit berbasis medis. Dokter spesialis bedah plastik […]

  • Slavina Body Lotion untuk mencerahkan kulit

    Berbagai Varian Slavina Body Lotion, Rahasia Kulit Cerah dan Harum Sepanjang Hari

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Apakah kamu pernah merasa kulitmu butuh perhatian ekstra karena terpapar sinar matahari setiap hari? Atau mungkin kamu sedang mencari body lotion yang nggak cuma bikin kulit cerah, tapi juga harum sepanjang hari? Kalau jawabannya “iya”, yuk, kenalan dengan Slavina Body Lotion, produk yang digadang-gadang bisa bikin kulitmu tampak lebih cerah tanpa ribet! Seperti […]

  • Eri Cahyadi-Armuji

    Eri Cahyadi-Armuji Resmi Pimpin Surabaya Lagi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pasangan Eri Cahyadi dan Armuji telah resmi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam Rapat Pleno Terbuka yang berlangsung di Hotel Novotel Surabaya, Kamis (9/1/2025). Namun, ada momen yang mencuri perhatian publik, yakni ketidakhadiran Armuji dalam acara tersebut. […]

expand_less