Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pemerintah » Golkar Jatim Minta BUMD Mandul Dievaluasi untuk Dongkrak PAD

Golkar Jatim Minta BUMD Mandul Dievaluasi untuk Dongkrak PAD

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur meminta dilakukan Evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yang tidak mampu memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan asli daerah ( PAD ) provinsi Jawa Timur.

Sikap Fraksi Golkar ini Mustikasari disampaikan juru bicaranya Aulia Hany Mustikasari pada rapat paripurna DPRD Jatim, senin (29/9). Selain masalah BUMD fraksi Golkar juga memberikan sejumlah catatan terkait Rancangan APBD (R-APBD) 2026.

Dalam pidatonya Jubir Golkar itu mengatakan,
dari sisi Pendapatan Daerah, berlakunya UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), memberi tekanan signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Khususnya atas penerimaan pajak dan retribusi.

Dari perkembangan penerimaan PAD sektor pajak dan retribusi, di tahun 2025 terjadi penurunan drastis tetapi masih disumbang penerimaan dari Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang di tahun sebelumnya tidak dilakukan pungutan.

“Tetapi akumulasi penerimaan 2025 tetap turun signifikan, oleh karena itu kebijakan Opsen MBLM harus dioptimalkan sebagai salah satu sumber pendapatan,” jelas Aulia.

Lebih lanjut, Aulia meminta Pemprov tidak lelah untuk melakukan evaluasi kinerja BUMD, agar benar-benar dapat menjadi Badan Usaha yang produktif. Untuk mengoptimalkan peran dan kapasitas BUMD, maka Fraksi Partai Golkar menyampaikan sejumlah usulan.

Usulan itu antara lain perlu dibentuk sebuah lembaga atau badan pembina BUMD sebagai leading sector yang lebih kuat fokus mencermati kinerja perusahaan. “Bila perlu mengadopsi kinerja BUMD dari provinsi lain,” tandasnya.

Fraksi Partai Golkar juga mengusulkan dibentuk Pansus DPRD yang mengevaluasi kinerja BUMD. Terakhir, pihaknya mengusulkan dibentuk BUMD Pangan yang konsisten dengan kepentingan membangun ketahanan pangan dan merealisasi konsep Jatim Gerbang Baru Nusantara.

Baca Juga  Angka Kekerasan Seksual dan Perkawinan Anak Picu Percepatan Perda PPA Jatim

Masih dari sisi Pendapatan Daerah, Aulia menyebut bahwa PAD Jatim ke depan sangat mengandalkan pengelolaan barang milik daerah (BMD), baik aset maupun jasa.

“Fraksi Partai Golkar meyakini masih sangat besar potensi aset daerah yang belum termanfaatkan, bagaimana provinsi mengoptimalkan pengelolaan BMD atau aset agar berkontribusi besar terhadap penerimaan daerah,” tambahnya.

Adapun dari sisi Belanja Daerah, pihaknya menyoroti distribusi belanja yang cukup timpang antara Belanja Operasi 76 persen dan Belanja Modal 6 persen. Meskipun ada yang wajib dan mengikat serta hanya bersifat penunjang. Terkait hal ini, Fraksi Partai Golkar mempertanyakan pola penentuan besaran Belanja Modal yang semestinya tidak terus tertekan dengan kebutuhan belanja rutin.

Selain itu, Fraksi Golkar juga menaruh perhatian serius pada belanja di sektor tenaga kerja yang dialokasikan sebesar Rp 295,84 miliar. Golkar mempertanyakan solusi terhadap banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Jubir yang juga anvgota kimisi B itu menilai, program padat karya belum terlaksana dengan baik. Di sisi lain, pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) senyatanya tidak bersambung memenuhi kebutuhan lapangan kerja, sehingga output pelatihan BLK tidak termanfaatkan.

“Provinsi Jawa Timur memiliki sejumlah BLK yang aktif menyiapkan tenaga terlatih, seharusnya dilengkapi dengan sistem digitalisasi untuk reformasi peran BLK,” paparnya.

Pihaknya juga mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) dalam hal membangun sumber daya yang kompeten. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi peluang kemudahan penyerapan tenaga kerja.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Merajut Silaturahmi di Balik Rintik Hujan, Sekretariat DPRD Jatim Bagikan 1.500 Takjil untuk Warga Surabaya
  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus TBC meningkat 2025

    Gempur TBC! Kasus Melonjak 1 Juta, Ini Alarm untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Indonesia sedang menghadapi tsunami kasus Tuberkulosis (TBC). Data terbaru Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, estimasi kasus TBC pada tahun 2025 mencapai 1.090.000 orang—angka yang memicu kekhawatiran di tengah upaya eliminasi global. Dr. Tiffany, Ketua Tim Kerja TBC Kemenkes RI, menjelaskan bahwa meski penemuan kasus mulai membaik pasca-pandemi COVID-19, tantangan seperti stigma sosial dan ketimpangan […]

  • Program Kepemudaan Adam Rusydi

    Program Kepemudaan Adam Rusydi: Solusi Akar Rumput Tangkal Kenakalan Remaja Sidoarjo

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kasus penyebaran HIV/ AIDS di kalangan pelajar hingga perkara tawuran sampai pergaulan bebas, menjadi salah satu topik pembicaraan utama Adam Rusydi saat melakukan reses di desa Bakung Tamenggungan, Balongbendo, Sidoarjo, rabu malam, (29/7). Munculnya pembicaraan tersebut terjadi setelah salah satu warga setempat bernama Hendry, yang berstatus mahasiswa melontarkan pertanyaan seputar kasus tersebut […]

  • Sidoarjo Krisis Kepala Sekolah

    Sidoarjo Darurat Krisis Kepala Sekolah, DPRD Bongkar Kegagalan BKD

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ratusan sekolah negeri di Sidoarjo, kini terjebak dalam krisis kepemimpinan. Jabatan kepala sekolah kosong, dan Plt yang membuat sistem pendidikan tidak dapat optimal. DPRD menuding BKD gagal mencetak regenerasi. Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo, Warih Andono, mengatakan, “Regenerasi harus prioritas. Pendidikan tidak boleh stagnan hanya karena birokrasi lamban.” Data menunjukkan, 172 SD […]

  • Kawasan Tanpa Rokok Surabaya

    Dari Teguran ke Denda: Surabaya Sukses Kikis Pelanggaran KTR Secara Drastis

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Suara langkah perubahan perlahan namun pasti terdengar dari Kota Pahlawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, lewat Dinas Kesehatan, kini intensif menggelar sosialisasi dan pengawasan kawasan tanpa rokok (KTR) serta kawasan terbatas merokok (KTM). Tak sekadar kampanye biasa, langkah ini dirancang sebagai ikhtiar serius membangun ruang hidup yang lebih sehat, beradab, dan layak untuk semua […]

  • BUMD Pangan

    Kepemimpinan Kedua Khofifah-Emil Langkah Strategis Bentuk BUMD Pangan di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setelah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk periode kedua, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak diharapkan dapat lebih fokus pada isu ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah strategis yang dinanti adalah pembentukan Badan Usaha Milik […]

  • gaji PPPK Masa kerja honorer PPPK 2024

    Masa Kerja Honorer Dihitung Jadi PPPK 2024: Apa Saja yang Harus Diketahui?

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kabar baik bagi para tenaga honorer! DPR RI, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) telah sepakat bahwa tenaga honorer yang telah mengabdi selama lima tahun bisa langsung diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2024. Keputusan ini memberikan harapan baru bagi mereka […]

expand_less