Ratusan Pecatur Tiga Negara Adu Strategi di Cap Kapal FIDE Rated Championship Surabaya
- account_circle Ruang Mujiono
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Sebanyak 475 pecatur dari Indonesia, Uzbekistan, dan Australia bertanding dalam Cap Kapal FIDE Rated Championship di Surabaya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebanyak 475 pecatur dari tiga negara bertarung dalam Cap Kapal Checkmate FIDE Rated Rapid Championship 2026 di Ballroom Choice City BGJ Mall, Surabaya, pada 27–28 Juni. Kejuaraan ini menjadi panggung perburuan poin rating internasional bergengsi yang diakui Federasi Catur Dunia (FIDE).
Ketua King Knight Creative, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan rangkaian lanjutan dari Piala Walikota Surabaya. Sebelumnya, kompetisi khusus pelajar SD hingga SMP se-Surabaya yang melibatkan 31 kecamatan telah rampung digelar di Balai Pemuda pada 22–25 Juni.
“Event ini adalah wujud konsistensi kami menyediakan panggung kompetitif berskala internasional. Antusiasme peserta sangat luar biasa karena ini menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan rating FIDE yang diakui secara global,” ujar Hesnud Daulah, Sabtu, (27/6).
Kejuaraan mempertandingkan dua kategori utama. Kategori Rapid FIDE Rated memainkan format 15 menit ditambah 10 detik per langkah dengan 234 peserta. Sementara Blitz Open mempertandingkan catur kilat 3 menit tambahan 2 detik yang diikuti 241 peserta.
Total peserta dari dua kategori ini mencapai 475 orang yang berasal dari tiga negara: Indonesia, Uzbekistan, dan Australia. Peserta tercatat datang dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.
“Antusiasme ini membuktikan bahwa kebutuhan akan turnamen berstandar internasional di Indonesia sangat tinggi. Pemain haus akan pengalaman bertanding dengan perhitungan elo rating yang sah,” tambah Hesnud yang juga ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana oleh KONI Kota Surabaya dalam Piala Walikota Surabaya.
Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB Percasi, Stefani Dian Chery, FI, IA, hadir langsung memimpin teknis pertandingan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada King Knight Creative dan seluruh panitia yang dinilai mampu menjaga denyut kompetisi catur di Surabaya meski tanpa kepengurusan Percasi kota setempat.
“Saya sangat mengapresiasi konsistensi panitia Cap Kapal. Ini sudah keempat kalinya mereka menggelar turnamen skala internasional dengan menghadirkan pemain luar negeri. Semoga segera ada kepengurusan Percasi Surabaya agar sinergi pembinaan semakin kuat,” ungkap Stefani.
Hesnud Daulah menegaskan harapan serupa. Ia mengungkapkan bahwa Surabaya telah dua tahun vakum tanpa kepengurusan Percasi kota. Meski demikian, para penggerak olahraga catur di Surabaya terus bergerak mandiri menggelar event bulanan junior secara rutin hingga mampu menciptakan turnamen internasional yang kini menjadi incaran banyak pihak.
“Ini mungkin satu-satunya di Indonesia. Tidak ada Percasi tapi bisa menciptakan ajang internasional. Kami berharap situasi ini bisa menjadi momentum agar induk organisasi segera kembali aktif di Surabaya,” tuturnya.
Kejuaraan yang sarat gengsi ini diharapkan menjadi katalis bagi pembinaan catur nasional, khususnya di Jawa Timur. Peserta tidak hanya bersaing meraih gelar juara, tetapi juga memperebutkan kenaikan rating yang menjadi bekal berharga menembus panggung kompetisi global.
- Penulis: Ruang Mujiono

