Keracunan MBG Sidoarjo Berlanjut, 116 Santri Kembali Dirawat
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Gelombang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo terus bergulir. Kabar terakhir, sebanyak 116 santri Ponpes Manba’ul Hikam, terpaksa dievakuasi kembali ke rumah sakit.
Pengevakuasian susulan terjadi akibat santri mengalami gejala mual dan lemas, saat beraktivitas kembali. Tim medis bergerak cepat menangani keluhan fisik para santri di enam fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan penanganan pasien berjalan optimal. Laporan medis memperlihatkan dinamika pemulihan, yang terus dipantau ketat oleh otoritas kesehatan.
“Data pagi tersisa 7 pasien lama. Namun, update sore mencatat 9 hingga 10 pasien rawat inap usai gelombang susulan masuk,” ujar dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina.
Mayoritas santri yang dievakuasi kini telah diizinkan pulang. Penanganan cepat mencegah memburuknya kondisi kesehatan para korban di wilayah Sidoarjo.
Data Penanganan Pasien MBG Sidoarjo (Per 9/9/2026 Pukul 18.00 WIB)
Rumah Sakit Rujukan Total Ditangani Rawat Inap / Observasi Dipulangkan / Rawat Jalan
- RSI Siti Hajar 44 santri 5 santri (Inap) 39 santri
- RSUD R.T. Notopuro 34 santri 2 inap, 1 observasi 31 santri
- RS Arafa Anwar Medika 14 santri 0 santri 14 santri
- RS Pusura Candi 13 santri 0 santri 13 santri
- RS DKT Sidoarjo 7 santri 0 santri 7 santri
- RS Rahman Rahim 4 santri Observasi medis Rawat jalan
Total 116 santri 9–10 santri 106 santri
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
Beberapa hal pasien tidak patuh diluar penanganan medik maupun non medik, terkait mengapa pasien kembali masuk rumah sakit?
“Masih kita tinjau. Karena kan agak jauh (dari pantauan media). Bisa saja dari tidak patuh minum obat nggak minum obat, harusnya istirahat malah mainan hp, harusnya mungkin pembersihan tempat itunya tidak dibersihkan. Pastinya saya tidak tahu, saya tidak mengomentari kasus yang diluar (diluar penanganan medik),” ujar dr. Lakhsmie.
Kepatuhan standar teknis anjuran medis, kata Lakhsmie, menjadi kunci utama pencegahan paska keracunan rasa sakit berulang kambuh.
- Penulis: Ruang Nurudin

