Breaking News
light_mode
Kamis, 29 Oktober 2026
Beranda » Advertorial » Pemkab Sidoarjo Realisasi Ukur Lahan untuk Bebaskan Urat Nadi Kemacetan Proyek Strategis Nasional Flyover Gedangan

Pemkab Sidoarjo Realisasi Ukur Lahan untuk Bebaskan Urat Nadi Kemacetan Proyek Strategis Nasional Flyover Gedangan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Kantor Pertanahan/ Badan Pertanahan Nasional (Kantah/BPN), resmi memulai pengukuran 122 bidang lahan terdampak mega proyek strategis nasional jembatan layang (Flyover) Waru – Gedangan.

Langkah ini dioptimalkan, guna memutus kerumitan kemacetan kronis, mulai dari jalan raya Aloha hingga menuju raya Buduran, khususnya di perempatan Gedangan. Jalur utama Surabaya menuju Sidoarjo ini, kerap mengalami kelumpuhan mobilitas harian, saat jam kerja.

Petugas Kantah/ BPN Sidoarjo, kini bekerja secara bertahap menyusuri jalur perempatan hingga sisi utara. Target pengukuran fisik ditetapkan sebanyak 20 hingga 25 bidang setiap harinya.

Tercatat 122 bidang tanah, telah terverifikasi secara faktual oleh tim pengadaan. Lahan terdampak meliputi pertokoan warga, rumah tinggal, hingga fasilitas umum serta instansi pemerintah.

Bupati Sidoarjo Subandi kembali menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah, dalam mengawal proyek infrastruktur. Pengukuran bidang tanah menjadi tahapan krusial, sebelum masuk proses penentuan appraisal.

“Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan appraisal. Kami ingin prosesnya dipercepat sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor.” ujar Subandi, Bupati Sidoarjo.

Guna mempercepat proses penyelesaian pembebasan lahan warga, anggaran daerah sudah disiapkan. Pemkab Sidoarjo memasang dana pembebasan sebesar Rp225 miliar pada APBD 2026.

Kebutuhan total alokasi dana pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp450 miliar. Kekurangan anggaran tersebut akan dialokasikan kembali pada APBD tahun anggaran 2027.

Tangkap layar satelit situasi arus lalulintas di perempatan jalan raya Gedangan, Sidoarjo (Din)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud memaparkan detail verifikasi teknis pemetaan kawasan terdampak di perempatan jalan.

“Sebanyak 122 bidang tanah telah terdata sebagai lahan yang terdampak pembangunan Flyover Gedangan. Data tersebut diperoleh setelah Pemkab Sidoarjo melakukan verifikasi faktual.” terang Makhmud, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo.

Baca Juga  Gempur dan Musnahkan 9 Juta Rokok Ilegal, untuk Tingkatkan PAD Sidoarjo 

Dinamika di lapangan selama ini, memuat fenomena unik pada proses verifikasi berkas pengadaan tanah. Terdapat satu bidang tanah strategis yang dimiliki oleh 57 orang ahli waris. Persoalan itu yang memakan waktu proses verifikasinya.

Selain pemukiman dan pertokoan warga, beberapa aset publik turut terdampak penuh. Bangunan tersebut meliputi area Balai Desa Gedangan, bekas gedung UPTD, serta Polsek Gedangan.

Proses penataan kompensasi, menggunakan mekanisme penentuan harga tanah oleh lembaga independen. Garansi transparansi diberikan tanpa potongan makelar, agar warga mendapat ganti untung adil.

Dukungan mengalir dari warga pemilik lahan, yang terkena eksekusi pelebaran jalan. Mereka merelakan tempat usahanya, demi terwujudnya pembebasan jalan dari hambatan kemacetan.

“Kami bersedia melepaskan lahan usaha ini karena sudah sangat lelah dengan kemacetan kronis harian yang selalu terjadi di perempatan Gedangan setiap jam kerja,” Ucap Martono, Perwakilan Warga Terdampak.

Apresiasi senada, datang dari kalangan masyarakat pengguna jalan raya jalur nasional tersebut. Pembangunan jembatan layang (Flyover), dinilai menjadi angin segar bagi kelancaran arus logistik komuter.

“Kami berharap pembangunan flyover segera terealisasi agar arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo maupun Juanda tidak terjebak lampu merah yang mengular,” Nina Wijayanti, Pengguna Jalan Raya Gedangan.

Tiga regulasi utama yang menjadi payung hukum pelaksanaan pengadaan tanah fasilitas publik ini, yakni:

1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Regulasi ini menjamin hak keperdataan pemilik tanah melalui skema ganti kerugian yang layak dan adil.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Aturan ini mempercepat proses inventarisasi, identifikasi, serta penetapan lokasi pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga  Mahasiswa Unair Kehilangan Dompet Berisi E-KTP, STNK, dan KTM di Perjalanan Surabaya-Sidoarjo

3. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila. Perpres ini menempatkan Flyover Gedangan sebagai bagian strategis pengurai kemacetan kawasan aglomerasi.

Secara rinci, alokasi pembiayaan dan pemetaan aset proyek infrastruktur ini terangkum jelas.

Tabulasi Data Progres dan Pembiayaan Proyek Flyover Gedangan

Kategori Parameter Rincian Data Teknis & Penganggaran

Total Bidang Lahan 122 bidang tanah terverifikasi faktual

Total Luas Lahan 45.822 m² (meliputi ruko, rumah, fasum, kantor instansi)

Penerima Kompensasi 89 KK (sekitar 160 jiwa warga terdampak)

Anggaran APBD 2026 Rp225 Miliar (Tahap I Pembebasan Lahan)

Estimasi Total APBD Rp450 Miliar (Penyelesaian sisa lahan di APBD 2027)

Dana APBN Pusat Rp480 Miliar (Biaya Konstruksi Fisik Flyover)

Spesifikasi Trase Jembatan I (Sidoarjo–Juanda: 300m), Jembatan II (Juanda–Sidoarjo: 250m)

Aset Pemerintah Terdampak Balai Desa Gedangan, UPTD, Kompleks Polsek Gedangan (Total)

(Sumber Data: Dinas PUBMSDA & BPN Kabupaten Sidoarjo, 2026)

Skema pembagian alokasi anggaran, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat mengucurkan APBN Rp480 miliar khusus membiayai seluruh konstruksi fisik jembatan.

Desain jembatan layang dirancang membentang, dengan konfigurasi dua jembatan utama interkoneksi. Jembatan pertama sepanjang 300 meter, mengarah dari Sidoarjo menuju akses Bandara Juanda.

Jembatan kedua sepanjang 250 meter mengakomodasi arus balik dari Juanda menuju Sidoarjo. Integrasi ini melengkapi trilogi infrastruktur pengurai kemacetan setelah Flyover Aloha.

Pemkab Sidoarjo, menargetkan seluruh proses pengadaan lahan tuntas sepenuhnya akhir tahun 2026. Pekerjaan konstruksi fisik flyover dijadwalkan secara resmi dimulai pada tahun 2027.

Transisi infrastruktur ini, menjadi bukti komitmen pemerintah, menghadirkan solusi mobilitas publik. Wajah transportasi Sidoarjo diproyeksikan tampil makin modern, dengan harapan bebas hambatan, serta berdaya saing.

Baca Juga  Rekam Jejak Frontage Road Waru–Buduran Sidoarjo: Pemkab Kebut di 2026 untuk Ekonomi Baru Sidoarjo
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arus Peti Kemas TPS

    Ekspor Melonjak, Peti Kemas TPS Surabaya Tumbuh Pesat Mei 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kinerja impresif di bulan Mei 2025. Arus peti kemas secara keseluruhan melesat 13% secara month-on-month (MoM), dari 118.237 TEUs di April menjadi 133.841 TEUs. Peningkatan signifikan ini tidak hanya menjadi angin segar bagi operasional terminal, tetapi juga mencerminkan dinamika perdagangan yang menggeliat, terutama dari sektor ekspor. Selasa, […]

  • Bali United vs Persebaya Surabaya

    Duel Panas Bali United vs Persebaya: Ujian Penting di Penghujung Putaran Pertama Liga 1

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Laga penutup putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025 menjadi momen krusial bagi Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Green Force ini akan bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta untuk menghadapi Bali United pada Sabtu (28/12). Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi skuad Paul Munster yang tengah memimpin klasemen sementara dengan torehan 37 poin. […]

  • Pelindo TPS Tingkatkan Produktivitas

    Kinerja Terminal Petikemas Surabaya Melonjak Berkat Pelatihan Technical Planning & Control

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah persaingan logistik global yang semakin ketat, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sebagai bagian dari Pelindo Subholding Terminal Petikemas (SPTP) mengambil langkah strategis dengan menggelar program pelatihan Strategic Operation Excellence selama lima hari penuh. Pada Rabu 7 mei. Pelatihan intensif yang diikuti oleh 16 pekerja kunci dari berbagai lini operasional ini difokuskan pada […]

  • Sidang gugatan PTUN Suhartono

    Sidang Penyerahan Berkas Terakhir PTUN Surabaya, Suhartono Optimis Gugatannya Menang Lawan Bupati Sidoarjo  

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana ruang Chandra PTUN Surabaya Selasa siang (30/6/2026), merupakan sidang yang kesekian kalinya Suhartono sebagai pihak penggugat, dengan pihak Tergugat Bupati Subandi, dan Tergugat Intervensi, dengan perkara gugatan kasus pembongkaran tembok Perumahan Mutiara Regency. Penggugat Suhartono hadir bersama penasihat hukumnya. Dari pihak tergugat, Bupati Subandi diwakili dua kuasa hukum dari Bidang Hukum […]

  • Film Cocote Tonggo

    Cocote Tonggo: Satir Pedas Keluarga Jawa yang Mengocok Perut dan Pikiran

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Industri film Indonesia kembali menunjukkan taringnya dengan menghadirkan Cocote Tonggo, sebuah film komedi satire yang mengangkat kehidupan keluarga Jawa dengan segala kompleksitasnya. Disutradarai oleh Bayu Skak dan diproduksi oleh Tobali Film, karya ini siap tayang pada 15 Mei 2025 dengan membawa angin segar bagi pencinta film lokal. Judul Cocote Tonggo sendiri merupakan sebuah […]

  • Wanita Independen Lebih Lambat menikah

    5 Faktor Dibalik Wanita Independen Cenderung Menikah Lebih Lambat

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Perubahan zaman membawa angin segar bagi peran perempuan dalam masyarakat. Salah satu perubahan signifikan adalah meningkatnya jumlah wanita mandiri atau independen. Wanita-wanita ini memiliki karier yang sukses, finansial yang stabil, dan memiliki pandangan hidup yang lebih luas. Namun, fenomena menarik yang sering dikaitkan dengan wanita independen adalah kecenderungan mereka untuk menunda pernikahan. […]

expand_less