Ketua Komisi A DPRD Surabaya Dukung Polrestabes Hukum Berat Pelaku Pengeroyokan Maut SMAN 11
- account_circle Mascim
- calendar_month 36 menit yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengapresiasi gerak cepat Polrestabes mengungkap pengeroyokan maut siswa SMAN 11 dan mendesak hukuman tegas bagi seluruh pelaku. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Polrestabes Surabaya mengungkap tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, siswa SMAN 11. Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menegaskan bahwa hukuman maksimal wajib dijatuhkan kepada para tersangka tanpa toleransi.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini dengan cepat. Tragedi memilukan ini tentu menjadi preseden buruk bagi wajah pendidikan dan pergaulan remaja di Kota Pahlawan,” tegas Cak Yebe, Senin (8/6/2026).
Cak Yebe menyoroti status para tersangka yang merupakan teman sebaya korban dan telah mencapai usia pertanggungjawaban hukum penuh. Ia meminta agar proses peradilan berjalan tanpa intervensi yang dapat meringankan sanksi pidana bagi para pelaku.
“Mereka ini rata-rata sudah bukan di bawah umur, dan karena pelaku adalah teman sebayanya, maka proses hukum harus tetap berjalan dan mereka harus dihukum secara tegas. Tidak boleh ada keringanan hukuman agar bisa menjadi efek jera,” ujar Yona Bagus.
Sebagai langkah preventif, Cak Yebe mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk segera mengintensifkan program penyuluhan hukum langsung ke sekolah-sekolah. Ia menilai intervensi ini krusial untuk membentuk kesadaran hukum pelajar sejak dini guna mencegah tragedi serupa terulang.
“Bakesbanglinmas dan Satpol PP Surabaya punya program yang sangat bagus, yakni Satpol PP Goes to School yang harus segera diintensifkan. Melalui program tersebut, kita harus memperkuat edukasi masalah hukum dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah di Surabaya,” paparnya.
Pernyataan ini mencuat di tengah keprihatinan publik atas masifnya kenakalan remaja yang berujung fatal. Menutup keterangannya, Cak Yebe menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya internalisasi nilai hukum pada generasi muda agar sadar akan konsekuensi permanen dari sebuah tindakan kriminal sesaat.
“Anak-anak kita perlu ditanamkan kesadaran penuh bahwa perilaku kriminal sekecil apa pun bisa menghilangkan masa depan mereka secara permanen. Tindakan emosional sesaat tidak hanya merenggut nyawa orang lain, tapi juga akan menghancurkan cita-cita dan harapan hidup mereka sendiri,” pungkasnya.
- Penulis: Mascim

