DPRD Surabaya Ingatkan PLN: Jangan Padamkan Listrik di Jam Sibuk, Warga Juga Butuh Hiburan dan Penghasilan
- account_circle Mascim
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menyampaikan imbauan kepada PT PLN terkait jadwal pemadaman listrik bergilir di Surabaya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta PT PLN (Persero) menata ulang peta dan jadwal pemadaman listrik bergilir. Desakan ini muncul agar padamnya aliran listrik tidak mengganggu layanan publik vital serta momen kebersamaan warga menyaksikan siaran langsung Piala Dunia.
“Belakangan ini memang terjadi pemadaman bergilir di wilayah Jawa karena ada kendala teknis di PLTU Paiton. Kami maklumi hal itu, namun masyarakat tetap berhak mendapatkan pelayanan yang baik,” ujar Yona Bagus saat diwawancarai, Senin (22/6/2026).
Politisi Partai Gerindra ini menyoroti pemadaman yang kerap terjadi pada jam sibuk atau prime time. Meskipun sekolah tengah libur, aktivitas perkantoran dan pelayanan publik di Surabaya tetap berjalan normal. Ia menekankan, tidak semua kantor pelayanan memiliki genset sebagai catu daya cadangan.
“Harapannya jangan sampai terjadi di jam-jam primer. Durasinya pun jangan terlalu lama, karena banyak tempat pelayanan yang tidak punya cadangan listrik,” tegasnya.
Selain durasi, Yona memberi perhatian khusus pada titik lokasi pemadaman. Ia meminta PLN secara cermat menghindari area-area vital, terutama persimpangan jalan yang mengandalkan lampu lalu lintas. Padamnya lampu lalu lintas dinilai sangat riskan menimbulkan kekacauan dan potensi kecelakaan di jalan raya.
“Lokasi yang berkaitan dengan layanan publik dan lalu lintas wajib jadi perhatian. Kalau lampu lalu lintas mati, lalu lintas jadi kacau dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai kestabilan aliran listrik sangat krusial selama gelaran Piala Dunia. Momen ini dinilai menjadi sarana hiburan dan perekat sosial di tengah situasi politik yang memanas. Tempat-tempat nonton bareng seperti warung kopi (warkop) menjadi ruang publik yang mempersatukan berbagai kalangan.
“Kita tahu situasi politik saat ini cukup menegangkan. Siaran Piala Dunia bisa menjadi penyeimbang dan ruang berkumpul, seperti nonton bareng di warkop yang mempersatukan berbagai kalangan. Kami minta PLN pastikan listrik tetap menyala saat pertandingan berlangsung,” jelasnya.
Di sisi lain, pemadaman yang sering dan berdurasi panjang juga memberikan dampak ekonomi langsung, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Barang dagangan yang memerlukan suhu dingin terancam rusak, sehingga menambah beban operasional yang tidak perlu.
“Kalau listrik mati di jam-jam sibuk, kerugiannya nyata. UMKM yang punya kulkas atau freezer bisa kehilangan barang dagangan. Ini jadi beban tambahan bagi pengusaha kecil,” pungkasnya.
Yona berharap, proses perbaikan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton dapat segera dirampungkan. Dengan demikian, pemadaman bergilir di wilayah Surabaya dan sekitarnya tidak berlarut-larut, dan denyut aktivitas masyarakat dapat kembali normal sepenuhnya.
- Penulis: Mascim

