Breaking News
light_mode
Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Klarifikasi BPJS Kesehatan soal Viral Selisih Iuran Rp44 Triliun di Media Sosial

Klarifikasi BPJS Kesehatan soal Viral Selisih Iuran Rp44 Triliun di Media Sosial

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – BPJS Kesehatan memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan viral di media sosial yang menyebut adanya selisih pendapatan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekitar Rp44 triliun. Badan hukum publik itu menegaskan, asumsi penghitungan warganet tidak bisa dibandingkan langsung dengan laporan keuangan resmi.

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, menyampaikan hak jawab pada Kamis, (13/8/2026) di Jakarta. Ia merespons perhitungan akun Threads @dian_amali*** yang mengalikan jumlah peserta per kelas dengan tarif iuran lalu membandingkannya dengan pendapatan iuran 2025 sebesar Rp176,72 triliun.

“Asumsi yang digunakan akun tersebut menganggap seluruh peserta membayar iuran secara mandiri sesuai kelas perawatan dan membayar penuh selama 12 bulan. Itu tidak tepat,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, Program JKN memiliki banyak segmen kepesertaan dengan mekanisme pembiayaan berbeda. Penerima Bantuan Iuran (PBI) iurannya dibayar pemerintah. Pekerja Penerima Upah (PPU) dihitung berdasarkan persentase upah, bukan tarif kelas rawat.

Sementara itu, Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU/BP) membayar sesuai kelas: Rp150 ribu untuk kelas 1, Rp100 ribu untuk kelas 2, dan Rp42 ribu untuk kelas 3. Ada pula skema PBPU Pemda yang dibiayai pemerintah daerah.

Selain itu, terdapat peserta tidak aktif yang tidak membayar iuran. Karena itu, data kepesertaan dan data pendapatan iuran tidak bisa dikalikan langsung.

“Tidak ada dasar untuk menyimpulkan ada dana iuran yang hilang atau tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Iqbal.

Ia menambahkan, laporan keuangan 2025 memperoleh predikat Wajar Tanpa Modifikasian dari Kantor Akuntan Publik. BPJS Kesehatan juga diaudit BPK serta diawasi DJSN, OJK, KPK, Dewan Pengawas, dan SPI. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian bahkan diraih selama 12 tahun berturut-turut.

Baca Juga  KH Miftachul Akhyar Sosok Penjaga Otoritas Ulama di Bursa Rais Aam PBNU

Di akhir klarifikasi, Iqbal menyatakan komitmen lembaganya menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat diimbau merujuk laporan resmi untuk memahami pengelolaan keuangan JKN secara utuh.

  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debat perdana Pilgub Jatim 2024

    Cagub Luluk Tantang Khofifah soal Kemiskinan dan Stunting di Debat Pilkada Jatim

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Debat perdana Pilkada Jawa Timur 2024 yang digelar di Graha Unesa, Jumat (18/10) malam, mengangkat tema “Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur.” Acara yang diinisiasi oleh KPU Jawa Timur ini menghadirkan tujuh panelis dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi terkemuka di wilayah Jawa Timur. […]

  • Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024

    Alasan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat! Kepastian bagi Calon ASN dan Optimalisasi Layanan Publik

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemerintah Indonesia resmi mempercepat proses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2024. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kepastian bagi ribuan calon ASN yang telah menunggu lama sekaligus memastikan optimalisasi layanan publik. Pengangkatan CPNS ditargetkan selesai paling lambat Juni 2025, sementara PPPK tahap I dan […]

  • DTSEN Surabaya

    DTSEN Belum Tuntas, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kawal Data Penduduk dan Peluang Lima Kursi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Poin Berita : Komisi A DPRD Surabaya akan memanggil Dispendukcapil untuk memastikan data penduduk 3.008.000 jiwa setelah DTSEN belum tuntas, sebagai dasar peluang lima kursi DPRD. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menegaskan peluang penambahan kursi terbuka jika data kependudukan tidak anomali. Warga belum terkonfirmasi harus di bawah dua persen agar angka tiga […]

  • Gugatan Tembok Mutiara Regency

    Mantan Kiper Timnas Kurnia Sandi Jadi Saksi, Tembok Mutiara Regency dan Jeritan Warga yang Abai

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Persidangan gugatan warga Perumahan Mutiara Regency terhadap Bupati Sidoarjo kembali menghadirkan fakta menarik. Mantan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Sandi, hadir sebagai saksi dalam perkara pembongkaran tembok pembatas, yang selama ini menjadi simbol keamanan kawasan hunian tersebut. “Sebelum ada perumahan Mutiara City, lingkungan kami nyaman dan aman terkendali, karena perumahan Mutiara Regency menggunakan […]

  • Janda usia sekolah

    Fenomena Janda Usia Sekolah di Jatim Tembus 3.900 Kasus

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di balik torehan positif penurunan angka stunting, Jawa Timur menyimpan ironi sosial yang tak kalah genting. Ribuan remaja perempuan justru kehilangan masa depan pendidikannya dan berstatus sebagai janda di usia yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah. Fenomena janda usia sekolah (JUS) ini mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Data terbaru Badan Kependudukan […]

  • Munaslub APSI 2025

    APSI Gelar Munaslub 2025 Perkuat Barisan Advokat Syariah

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2025. Agenda nasional yang digelar di Kota Surabaya ini mengusung semangat persatuan dengan tema “APSI Bersatu untuk Indonesia Berakhlak, Profesional, dan Berintegritas.” Munaslub ini menjadi wadah krusial untuk mengisi kekosongan kepengurusan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi advokat syariah di […]

expand_less