Jembatan Mak Mimik Pakai Dana Pribadi Diapresiasi Tinggi Setelah Menunggu Empat Tahun, Warga Desa Kedungbanteng Bersyukur
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

JEMBATAN MAK MIMIK di Desa Kedungbanteng menuai apresiasi, dana pribadi Wabup Mimik Idayana angkat ekonomi lokal dan mobilitas warga. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – JEMBATAN MAK MIMIK, begitulah penggalan kalimat, yang tertoreh pada batu prasasti dan backdrop, di sebuah acara peresmiannya. Jumat malam (14/8/2026), seremoni peresmiannya berlangsung, di hamparan jalan jembatan RT. 6/ RW. 3, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.
“Kita beri nama JEMBATAN MAK MIMIK, karena jembatan ini dibangun mayoritas dari sumbangan dana pribadi beliau,” terang Budiono, Kepala Desa Kedungbanteng, saat acara peresmian.
Pernyataan itu dikuatkan pula oleh Eko yang akrab disapa Toyo, mengaku pimpinan proyek (Pimpro) dan penanggungjawab proyek pembangunannya.
“Hampir semuanya dananya dari Bu Mimik, sekitar 95 persen termasuk semua bahan materialnya, yang 5 persen itu dari partisipasi warga untuk biaya pengerjaannya di lapangan,” terang Toyo.
Dikerjakan gotong royong semua warga, imbuh Toyo. Kisaran, jembatan itu menghabiskan dana kurang dari Rp200 juta, seperti umumnya pekerjaan proyek PL (Penunjukan Langsung) di pemerintahan.
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, sosok yang disebut – sebut sebagai pendana pribadi pembangunan Jembatan Sungai tersebut. Malam itu, Ia hadir di tengah aparatur dan tokoh masyarakat dari tingkat kecamatan dan desa, hingga warga Desa Kedungbanteng.
Ia hadir didaulat untuk meresmikan JEMBATAN MAK MIMIK. Mulai dari sambutan pembuka, prosesi pemotongan pita tanda dibukanya jalur jalan jembatan, syukuran dengan potong tumpeng dan dimakan bersama, hingga berfoto ria maupun swafoto bersama.
Wabup Mimik Idayana, yang menginisiasi dan turun tangan langsung dalam pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.
Ia tidak menampik kalau jembatan itu dibangun menggunakan bantuan dana pribadinya, serta gotong royong warga untuk menggantikan konstruksi lama, yang sebelumnya hanya berupa bambu dan kayu. Berupa jembatan perintis dari bambu dan balok kayu yang sangat terbatas.
Kini jembatan tersebut dibangun menggunakan konstruksi box culvert U-ditch dan cor beton dengan ukuran panjang sekitar 7,20 meter. Diperlebar hingga 3,60 meter atau dua jajar U-ditch, dan diperkokoh agar tidak hanya bisa dilewati roda dua, tetapi juga dapat dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil).
“Alhamdulillah, akhirnya terbangun dan ndak sampai satu bulan (pembangunannya) sudah selesai. Gak nunggu empat tahun gak pakai ribet. Langsung. Iki berarti salah satu doa dari masyarakat Kedungbanteng dikabulkan,” ujar Wabup Mimik Idayana dalam sambutan pidatonya.
Jembatan itu sebagai manfaat bagi warga, sebagai mempermudah akses transportasi dan mobilitas harian warga antar dua desa dan dua kecamatan, tanpa harus memutar jauh.
Melancarkan ekonomi lokal, distribusi hasil aktivitas warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petambak dan nelayan.
“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini perekonomian yang ada di Kedungbanteng ini. Apalagi di sini sudah ada kolam tambak. Itu nanti bisa untuk dibikin lomba. Di sini sudah ada warung rujak biasanya jualan,” ujar Mimik Idayana.
“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini bisa bermanfaat. Ojo didelok jembatane tapi niatkan dan manfaatnya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. Ayo jembatan ini dijaga bersama-sama,” ujarnya lagi.
Tidak berhenti di situ, kata Mak Mimik, jembatan itu inginnya sekaligus diperindah dan dipercantik.
“Di samping sungai ditanami bunga bougenville. Jembatannya cilik tapi ketok apik. Kan seneng iso selfie-selfie, iso foto-fotoan,” ucap turut senang Mimik Idayana.
Selain Wabup Mimik bercerita lantaran mendapat cerita dari kades, perangkat dan warga desa, Budiono, Kades Kedungbanteng menceritakan, sudah empat tahun proposal pengajuan desa tak kunjung terjawab dan diperhatikan.
“Proposal pembangunan jembatan ini sejak empat tahun lalu. Tidak pernah ada dari DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan). Baru Februari kemarin (di tahun 2026), DLHK menyurati dan memanggil soal Jembatan ini. DLHK bilang segera diupayakan untuk pembangunannya, saya tanya kapan pastinya, DLHK belum bisa jawab,” ungkap cerita Budiono.
Sebenarnya, terkait pembangunan irigasi dan jalan jembatan sungai, menjadi kewenangan Dinas PU BMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam). Mungkin salah alamat proposalnya, hingga empat tahun tanpa respons.
Selanjutnya, Kades Kedungbanteng bersama perangkat dan tokoh masyarakat terkait, mendatangi Wabup Mimik Idayana dan bercurhat.
“Tanpa pikir panjang lagi, kami datang ke rumah dinas Bu Wabup dan berkeluh kesah soal jembatan ini sebelumnya. Langsung direspons dan dibiayai semua oleh Bu Wabup Mimik. Kami sangat berterima kasih,” lanjut cerita Budiono.
Wabup Mimik Idayana membenarkan cerita itu. Dalam pidato sambutannya pula, Ia memanggil tim internalnya untuk merancang anggaran biaya yang dibutuhkan. “Saya langsung panggil tim saya, saya minta hitungan biayanya,” ujar Mimik Idayana.
Kearifan sosoknya, patut di apresiasi tinggi. Dari tangan dermanya telah menghibahkan dana pribadinya, demi keberlangsungan hidup warga dua desa dan dua kecamatan, serta warga Sidoarjo pada umumnya.
Ke depannya, pihak Desa Kedungbanteng belum dapat memastikan, untuk perawatannya apakah dikelola secara mandiri, atau dikelola dengan dana APBDes, maupun diserahkan pada Dinas PU BMSDA.
Yang jelas, lokasi JEMBATAN MAK MIMIK, terletak di sekitar koordinat: Latitude / Longitude (Desimal): -7.514032, 112.748364, Format Derajat, Menit, Detik (DMS): 7°30’50.5″S 112°44’54.1″E. Secara administratif, Desa Kedungbanteng merupakan satu wilayah dusun tunggal (Dusun Kedungbanteng).
Nama Sungai / Saluran Air Jembatan tersebut, melintasi Sungai/Saluran Afvour Kedungbanteng (saluran irigasi/pembuangan utama yang mengalir di wilayah Tanggulangin dan terhubung ke arah muara/kawasan tambak).
Jembatan ini berada di batas utara/timur Desa Kedungbanteng dan menghubungkan ke arah: Sebelah Utara/Barat Laut, berbatasan langsung dengan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.
Sebelah Barat/Barat Daya: berbatasan dengan Desa Banjarsari, masih satu kecamatan, Kecamatan Tanggulangin. Sebelah Timur: berbatasan dengan kawasan tambak / Desa Kalidawir & Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin.
- Penulis: Ruang Nurudin

