Breaking News
light_mode
Kamis, 10 September 2026
Beranda » Kesehatan » Kebijakan PPDS Praktik sebagai Dokter Umum! Angin Segar atau Badai bagi Dunia Kesehatan?

Kebijakan PPDS Praktik sebagai Dokter Umum! Angin Segar atau Badai bagi Dunia Kesehatan?

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Kebijakan terbaru Kementerian Kesehatan yang memperbolehkan Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk praktik sebagai dokter umum sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan medis. Di tengah upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, kebijakan ini justru menuai kritik tajam dari para ahli, termasuk Darwito, Direktur Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Mengapa Kebijakan Ini Menjadi Bumerang?

Menurut Darwito, kebijakan ini ibarat menyelesaikan masalah dengan menciptakan masalah baru. Program PPDS bukan sekadar pendidikan formal, melainkan pelatihan intensif yang menuntut dedikasi penuh. Para residen ini sudah menghabiskan 10-12 jam sehari di rumah sakit pendidikan untuk menangani pasien sekaligus mempelajari kasus-kasus kompleks.

Ditambah dengan tuntutan praktik mandiri, para PPDS dipaksa beroperasi dalam kondisi kelelahan kronis. Padahal, studi dari Konsil Kedokteran Indonesia menunjukkan bahwa dokter yang bekerja lebih dari 16 jam sehari berisiko tiga kali lipat melakukan kesalahan medis.

Dilema antara Kebutuhan dan Kualitas

Ancaman terhadap Keselamatan Pasien

Dalam wawancara eksklusif dengan Pro3 RRI, Darwito menegaskan bahwa kebijakan ini bisa menjadi ancaman serius bagi keselamatan pasien. “Ketika seorang residen harus praktik setelah seharian bekerja, kapan mereka punya waktu untuk istirahat? Kapan bisa mempelajari perkembangan terbaru dunia medis?” ujarnya.

Fakta ini diperkuat oleh data dari RSA UGM yang mencatat peningkatan near-miss incidents (hampir celaka) pada pasien yang ditangani oleh dokter dalam kondisi kelelahan.

Solusi Palsu untuk Masalah Nyata

Alih-alih menyelesaikan masalah kekurangan dokter, kebijakan ini justru berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan nasional dalam jangka panjang. Darwito menawarkan solusi lebih substantif seperti percepatan program dokter layanan primer dan peningkatan kapasitas fakultas kedokteran.

Mencari Titik Temu yang Ideal

Dialog konstruktif antara Kemenkes, asosiasi rumah sakit pendidikan, dan konsil kedokteran menjadi kunci utama. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan antara lain sistem pengawasan ketat untuk PPDS yang ingin praktik mandiri, atau program insentif khusus sehingga mereka tidak perlu mencari penghasilan tambahan.

Baca Juga  Seberapa Sering Harus Mandi? Ini Penjelasan Lengkap yang Harus Kamu Tahu!

Kebijakan ini bagai mengobati demam dengan menimbulkan malaria. Di satu sisi ingin memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, tapi di sisi lain justru mengorbankan kualitas pendidikan dokter spesialis dan keselamatan pasien. Kolaborasi multipihak dan pendekatan berbasis data menjadi harga mati untuk menemukan solusi yang benar-benar berkelanjutan.

  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iqbaal Ramadhan , jadwal main film perayaan mati rasa

    Jadwal Tayang Film Perayaan Mati Rasa di Bioskop Surabaya Hari Ini, Segera Cek Tiketnya!

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dalam film terbarunya, Iqbaal Ramadhan kembali hadir dengan peran yang akan menyentuh hati penonton dalam “Perayaan Mati Rasa”. Film ini akan membawa kita dalam perjalanan emosional yang mendalam, di mana Iqbaal akan memerankan karakter yang penuh dengan kompleksitas. Disutradarai oleh Umay Shahab, film ini tidak hanya menampilkan акting memukau dari Iqbaal, tetapi juga […]

  • Wabup UMKM Sidoarjo

    Wabup Sidoarjo Tampung Aspirasi IWAPI untuk UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Ranting Krian Sidoarjo menyampaikan aspirasi kepada Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, agar pemerintah menjadi jembatan UMKM masuk rantai pasok perusahaan besar, dalam audiensi di Rumah Dinas Wabup, Rabu (13/5/2026). Ketua IWAPI Ranting Krian, Endang Dariyanti, menegaskan potensi UMKM Sidoarjo sangat besar untuk berkembang. Ia meminta dukungan pemerintah […]

  • pengembalian ijazah Karyawan

    Wabup Mimik Kawal Pengembalian Ijazah Mantan Karyawan PT Tedmoninndo Pratama Semesta

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sebuah momentum menyentuh hati mewarnai ruang Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Kamis (5/6/2025). Bukan sekedar pengembalian dokumen, tetapi kemenangan kecil bagi 18 mantan karyawan PT Tedmoninndo Pratama Semesta yang selama ini terpenjara oleh ketidakadilan, ijazah mereka yang tertahan, kini resmi dikembalikan. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir langsung mengawal prosesi yang […]

  • Demo Warga Sidokerto, Kades Ali Nasihin kembali mangkir

    Drama Demo Tanah Gogol Gilir: Camat Buduran Hadir, Kades Sidokerto Masih Menghilang

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana panas kembali terasa di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, setelah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Sidokerto (FPS) untuk kedua kalinya menggelar unjuk rasa pada Jumat (12/12). Kali ini, warga mendesak Kepala Desa (Kades) Sidokerto Ali Nasihin untuk menghadiri mediasi yang dijanjikan. Namun, lagi-lagi Kades tidak hadir (Menghilang), memicu kekecewaan warga […]

  • Inovasi Surabaya Atasi Sampah

    Surabaya: Pionir Revolusi Sampah Nasional yang Ubah Beban Jadi Energi

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya kembali membuktikan sebagai kota yang tak sekadar bergerak dinamis, tetapi melompat jauh dalam urusan lingkungan hidup. Kota KotwPahlawan ini menjadi pionir perubahan yang mengguncang cara pandang terhadap masalah besar sampah. Dalam Forum Lingkungan Hidup Seluruh Indonesia yang digelar baru – baru ini di Grand City Convex Surabaya, kota ini berdiri tegak menjadi […]

  • Brennan JohnsonMencetak gol ke gawang Manchester United di final Liga Europa 2025.(c)Official ManUtd

    Manchester United Kalah di Final Liga Europa, Spurs Angkat Trofi Berkat Gol Johnson

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Final Liga Europa 2025 jadi mimpi buruk bagi Manchester United. Di San Mamés, Bilbao, Manchester United Kalah dan takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur lewat gol tunggal Brennan Johnson di babak pertama. United tampil agresif, tapi satu kesalahan di menit ke-41 cukup untuk membuat pasukan Ruben Amorim pulang tanpa trofi. Spurs justru tampil disiplin dan […]

expand_less