Purbaya Harumkan Nama Surabaya Lewat Peringkat Tiga Nasional Reog Ponorogo
- account_circle Mascim
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Ketua Purbaya, Budi Sutrisno saat menerima penghargaan peringkat ketiga nasional pada Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI di Ponorogo. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) sukses mengukir prestasi dengan merebut peringkat ketiga dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI yang menjadi puncak rangkaian Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo. Capaian ini menjadi penanda kebangkitan dan daya saing tinggi seniman reog asal Kota Pahlawan di kancah nasional.
Ketua I Purbaya, Budi Sutrisno, di Sekretariat Purbaya, Selasa (16/6/2026), menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang telah diperjuangkan selama berbulan-bulan. Ia menegaskan bahwa raihan ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh elemen tim.
“Alhamdulillah, Purbaya di bawah naungan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya mampu mencapai tiga besar nasional. Prestasi ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya doa dan perhatian dari Bapak Wali Kota Surabaya,” ujar Budi Sutrisno.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan proses panjang yang dijalani tim untuk menembus posisi bergengsi tersebut. Ia memerinci bahwa persiapan intensif dilakukan selama kurang lebih 2,5 bulan tanpa henti, melibatkan para pelatih, seniman, dan pendukung yang memiliki komitmen tinggi.
“Matur suwun kepada Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas terkait, para pelatih, dan seluruh seniman yang telah berlatih keras. Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk meraih hasil yang lebih baik pada tahun depan,” katanya menambahkan.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian kontingen Purbaya. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah salah satu prioritas utama pemerintahan Wali Kota Eri Cahyadi.
“Kami dari Pemerintah Kota Surabaya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang telah membawa nama Surabaya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo ke-31. Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Surabaya,” ujar Fikser.
Lebih lanjut, Fikser menyampaikan komitmen berkelanjutan dari pemerintah kota untuk terus mendukung aktivitas pelestarian budaya. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan Surabaya sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan apresiasi seni dan budaya.
“Bapak Wali Kota Eri Cahyadi sangat konsisten dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Semoga kerja keras, semangat, dan kesiapan luar biasa yang ditunjukkan tim Purbaya dapat terus menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Surabaya,” tuturnya.
Untuk diketahui, FNRP XXXI diikuti oleh 32 grup reog dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tahunan ini merupakan bagian integral dari perayaan Grebeg Suro dan menjadi wadah vital dalam menjaga eksistensi Reog Ponorogo, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Selain menjadi panggung kompetisi, festival ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional seperti Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, menandakan dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya.
Dengan capaian ini, Purbaya tidak hanya mengharumkan nama Surabaya di tingkat nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga eksistensi dan pengembangan seni reog sebagai identitas budaya bangsa yang tak lekang oleh zaman.
- Penulis: Mascim
