Breaking News
Jumat, 26 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Terkini » Bedah Mendalam Seminar Nasional Perang Siber dan Media Homeless, serta Pelantikan SMSI Jatim di Umsida

Bedah Mendalam Seminar Nasional Perang Siber dan Media Homeless, serta Pelantikan SMSI Jatim di Umsida

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Seminar nasional SMSI Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), membedah kompleksitas media siber di era disrupsi digital, pada Selasa (23/6/3026).

Tema besar yang diangkatnya, “Tantangan Hukum, Bisnis, dan Etika Media di Tengah Transformasi Teknologi”.

Isu pertama yang mengemuka, tentang cyber war atau perang siber. Praktisi hukum Advokat yang juga akademisi, Prof. Ahmad Riyadh Umar Balahmar, Ph.D., menegaskan bahwa, hoaks sering digunakan sebagai senjata digital. “Perang siber ini nyata, dan umat harus punya pertahanan,” tegasnya.

Diskusi di seminar ini, juga menyoroti tantangan media siber menghadapi regulasi. Riyadh menekankan, “Berita harus akurat. Kalau tidak, bisa bertentangan dengan UU ITE.” Ia mendorong sinkronisasi regulasi, agar tidak tumpang tindih.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menyoroti fenomena media homeless atau sosial media tanpa kode etik. “Media homeless bisa bertemu dengan media mainstream melalui verifikasi Dewan Pers,” ujarnya, menekankan perlunya keseimbangan pembiayaan pers.

Firdaus juga menyampaikan “Dewan Pers sudah berjuang menempatkan pers sebagai pilar keempat demokrasi.”

Ia menilai dukungan masyarakat sangat penting menjaga posisi pers. Sofyan juga menyoroti perlunya keseimbangan pembiayaan pers.

Anggota Dewan Pers Maha Eka Swasta dalam seminar itu menegaskan, independensi media siber sebagai pilar keempat demokrasi.

“AI bukan produk jurnalistik, hanya alat bantu. Verifikasi perusahaan pers wajib menjaga kredibilitas,” katanya.

Ia menambahkan: “Medsos yang tidak terafiliasi perusahaan pers bukan ranah Dewan Pers, tapi tunduk pada UU ITE.” Literasi publik menjadi fokus utama menjaga kepercayaan masyarakat.

Seminar ini juga menekankan pentingnya kolaborasi strategis. Umsida dan SMSI menandatangani MoU, untuk menyiapkan talenta media digital adaptif terhadap disrupsi teknologi.

Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si. menegaskan: “Mahasiswa harus dibekali pengalaman nyata dunia media digital, bukan sekadar teori di kelas.”

Dengan diskusi mendalam, seminar ini memperkuat posisi media siber sebagai pilar demokrasi, sekaligus menegaskan urgensi adaptasi terhadap era digital yang penuh tantangan.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less