Lima Tahun Mengabdi, Dwi Hary Tinggalkan Delta Tirta dengan Prestasi Gemilang
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Dwi Hary Soeryadi menutup pengabdian dengan prestasi, laba tertinggi, dan transformasi besar Delta Tirta Sidoarjo. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Masa pengabdian Dwi Hary Soeryadi, sebagai Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo periode 2021–2026 segera berakhir. Ia meninggalkan perusahaan, dengan jejak prestasi yang sulit diabaikan.
Lima tahun lalu, Dwi Hary menerima amanah untuk membenahi perusahaan daerah penyedia air minum tersebut. Ia memulai langkah dengan memperkuat profesionalisme, transparansi, dan tata kelola perusahaan.
Transformasi besar kemudian hadir, melalui digitalisasi sistem keuangan. Delta Tirta meninggalkan pola kerja manual, dan beralih menuju sistem paperless yang lebih efisien serta terukur.
Perubahan itu menghasilkan dampak nyata. Laba perusahaan terus meningkat dari Rp28,5 miliar pada 2022 menjadi Rp43 miliar, pada 2023 dan mencapai Rp46 miliar pada 2024.
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah juga mencatat sejarah baru. Pada 2025, Delta Tirta menyumbangkan sekitar Rp18 miliar, tertinggi sepanjang perjalanan perusahaan.
Dwi Hary juga memperkuat fondasi tata kelola. Delta Tirta meraih sertifikasi ISO 9001, Sertifikat Halal, serta ISO Anti Penyuapan sebagai bukti komitmen terhadap kualitas dan integritas.
Di sektor operasional, perusahaan menuntaskan sejumlah proyek strategis. Jaringan Distribusi Utama (JDU) Pondok Candra–Tambak Oso rampung, sementara pemanfaatan teknologi SCADA membantu menekan kehilangan air secara signifikan.
Perhatian terhadap sumber daya manusia pegawai, turut menjadi bagian penting kepemimpinannya. Sebanyak 130 pegawai kontrak, memperoleh status pegawai tetap pada 2024, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Menjelang akhir masa jabatan, namanya sempat terseret polemik seleksi direksi baru. Dia terhambat dengan aturan yang ditetapkan Panitia Seleksi (Pansel), hingga dia tak berkesempatan maju kembali melamar jajaran direksi.
Kini, Dwi Hary berpamitan. Ia meninggalkan Delta Tirta dalam kondisi sehat, bertumbuh, dan lebih modern. Prestasi yang ia ukir menjadi warisan penting bagi perjalanan perusahaan di masa mendatang.
- Penulis: Ruang Nurudin
