Breaking News
Sabtu, 20 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Daerah » Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sidoarjo Kembali Dihidupkan, Siap Jadi Jembatan Kerukunan Antar Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sidoarjo Kembali Dihidupkan, Siap Jadi Jembatan Kerukunan Antar Etnis

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id -Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo, kembali akan dihidupkan dan dikukuhkan pada 23 Juni 2026, di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo.

Organisasi ini sejak dulu berada di bawah naungan Kesbangpol Linmas Sidoarjo, dan berperan menjaga kerukunan antar etnis.

Ketua terpilih, Sujani alias Jani mengatakan, “FPK siap menjadi jembatan komunikasi masyarakat dengan pemerintah, terkait isu suku, etnis, dan ras.”

Saat ini, kepengurusan FPK mencakup 22 etnis, mulai Aceh, Papua, NTT, NTB, Bugis, Sunda, Riau, Padang, Jawa, Madura, Bali, hingga Tionghoa.

FPK hadir untuk mencegah gesekan antar kelompok, seperti konflik yang pernah terjadi di pasar Larangan Sidoarjo, beberapa tahun lalu.

“Setelah pelantikan nanti, FPK akan aktif melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, terutama tingkat SMA, menanamkan nilai kebersamaan sejak dini,” terang Jani, di sebuah acara Grebeg Suro, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, kelemahan FPK periode sebelumnya yang sempat tidak aktif, lantaran kurangnya sosialisasi dan keterlibatan media, sehingga masyarakat belum mengenal organisasi ini.

Karena itu, di periode kepemimpinannya nanti, FPK berkomitmen melibatkan media massa dan media sosial sebagai corong informasinya.

Jani juga mengungkapkan rencana besar untuk membangun sentra kuliner etnis di Sidoarjo, sebagai pusat rekreasi sekaligus wisata budaya.

Dia mengatakan, “Tempat ini akan menghadirkan makanan khas berbagai etnis, lengkap dengan panggung kreasi budaya untuk menampilkan seni masing-masing suku.”

Rencana tersebut, sudah disinggung kepada Bupati Sidoarjo, dan mendapat sinyal positif meski lokasi belum ditentukan.

Jika terealisasi, sentra kuliner ini diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Sidoarjo.

Alasan Jani, FPK nantinya ingin meninggalkan warisan, yang dapat dinikmati generasi mendatang, memperkuat persatuan di tengah keberagaman etnis dan agama.

Dengan pengukuhan tersebut, FPK Sidoarjo siap menjalankan peran strategis menjaga harmoni sosial dan memperkuat identitas kebangsaan.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less