Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Sidang RPHU Lamongan Bukti Lemahnya Dakwaan Korupsi, Kerugian Negara Tidak Jelas

Sidang RPHU Lamongan Bukti Lemahnya Dakwaan Korupsi, Kerugian Negara Tidak Jelas

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Persidangan kasus dugaan korupsi proyek Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Lamongan di Pengadilan Tipikor Surabaya semakin menguak kelemahan mendasar dalam dakwaan Jaksa Penuntut umum. Sidang yang seharusnya menguatkan posisi jaksa penuntut umum justru mempertanyakan validitas dakwaan terhadap Moch. Wahyudi, terdakwa yang menjabat sebagai Kepala Dinas sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut.

Dalam sidang Senin (04/8/2025), kejanggalan muncul ketika tiga ahli dihadirkan JPU memberikan kesaksian yang seharusnya saling menguatkan dan membuktikan kerugian negara sebagaimana isi dakwaan justru memberikan keterangan yang berbeda dan bertentangan. Kuasa hukum Moch. Wahyudi, Muhammad Ridlwan, SH, menegaskan bahwa perbedaan perhitungan kerugian antara ahli konstruksi ITS dan Kantor Akuntan Publik membuktikan ketiadaan dasar hukum yang kuat dan akurat “Ini menunjukkan kerugian negara sengaja dibesar-besarkan dan belum dapat dipastikan dengan nyata,” tegasnya.

Yang lebih memprihatinkan, Kantor Akuntan Publik ternyata melakukan penghitungan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Penyidik Kejaksaan. “Prosedur yang terbalik ini mengindikasikan sarat dengan rekayasa,” ujar Muhammad Ridlwan. Fakta ini menguatkan dugaan adanya upaya kriminalisasi dalam proses hukum kasus RPHU Lamongan.

Mestinya dalam perkara korupsi dihitung dan ditemukan dulu adanya kerugian keuangan Negara baru dilakukan Penyidikan, bukan dibalik dilakukan Penyidikan dulu baru dihitung berdasarkan BAP kalau seperti ini hasilnya kan sarat dengan pesanan maunya Penyidik dan hasil pemeriksaan juga tidak pernah di konfirmasi, ini kan ngawur. jadi, KAP tidak independen lagi.

Baca Juga  Sidang Tipikor RPHU Lamongan: Dakwaan Tanpa Dasar yang Menggantung di Ruang Pengadilan

Sidang sebelumnya pada Senin (28/7/2025) menghadirkan kejutan ketika saksi-saksi kunci justru membersihkan nama Terdakwa Moch Wahyudi. Heri Prabowo sebagai pelaksana lapangan mengaku berkoordinasi dengan PPTK Nur Jazid, Asna, Doni dan konsultan pengawas Rio, bukan dengan Wahyudi. “Pelaksanaan fisik proyek sesuai Rencana Anggaran Biaya, hanya ada penyesuaian teknis kecil,” jelasnya.

Pernyataan Ketua Majelis Hakim Ni Putu Sri Indayani semakin menguatkan posisi terdakwa: “Nama Pak Wahyudi tidak muncul dalam kesaksian manapun.” Observasi hakim ini menjadi bukti nyata absennya unsur tindakan melawan hukum dan/atau niat jahat Terdakwa Moch Wahyudi dalam kasus ini.

Dalam fakta dakwaan Terdakwa Moch. Wahyudi sepeserpun tidak menerima aliran dana dalam proyek RPH-U, dalam pembuktian keterangan saksi-saksi yang dihadirkan JPU menerangkan bahwa Pak Wahyudi hanya menjalankan tugas administrasi sebagai PPK dan semua bersaksi Pak Wahyudi baik. hingga kini niat Jahat yang harus dibuktikan oleh JPU terhadap Pak Wahyudi juga belum terbukti sebagai kerugian juga tidak jelas.

Pernyataan hakim anggota dalam penutupan sidang patut dicermati “Proyek yang sama diaudit tahun berbeda menghasilkan temuan berbeda. Ini menunjukkan ketidakpastian hukum yang merugikan terdakwa dan ini kasihan menyangkut nasib orang.”

Baca Juga  Gurita Korupsi RPHU Lamongan: PPTK Diduga Dalang di Balik Skema Proyek Fiktif

Pembangunan Gedung RPH-U sebelumnya berdasarkan audit BPK telah ditemukan kerugian Rp. 92 JT lebih dan telah dikembalikan oleh rekanan sebagai mana waktu yang telah ditentukan pada tahun 2023. Tapi dihitung kembali oleh penyidik melalui KAP tahun 2024 dan terdapat beberapa aitem yang sudah dihitung oleh BPK di hitung kembali oleh KAP.

Kuasa hukum Moch. Wahyudi, Muhammad Ridlwan, SH, menilai kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi proyek strategis. “RPHU justru banyak manfaat dan bukan proyek mangkrak dan fakta dalam persidangan justru telah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara signifikan,” tegasnya. Dari persidangan terungkap jelas bahwa tidak ada bukti keterlibatan langsung terdakwa, perhitungan kerugian yang tidak konsisten, serta prosedur audit yang tidak independen.

Ridlwan menambahkan, “Kasus ini hanya akan menciptakan efek jera negatif bagi ASN yang menjalankan tugasnya.” Pernyataan ini menggarisbawahi dampak luas dari proses hukum yang dianggap cacat prosedur dan penuh dengan kesewenangan-wenangan.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urai Macet Gedangan Sidoarjo Lewat Flyover Enam Lajur

    Flyover 6 Lajur Membelah Urat Nadi Kemacetan Gedangan Demi Selamatkan Masa Depan Ekonomi Sidoarjo 

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Bunyi klakson sahut-menyahut dan raungan mesin kendaraan merayap pelan di persimpangan Gedangan, telah menjadi ritus harian warga Sidoarjo selama puluhan tahun. Kemacetan kronis di jalur utama yang menghubungkan Surabaya dan kawasan industri Jawa Timur ini, bukan hanya persoalan keterlambatan jam kerja, melainkan beban ekonomi yang terus menggerus produktivitas warga. Studi Pusat Studi […]

  • Pemain Persebaya ketika berlaga melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. (Dok. Official Persebaya)

    Persebaya Kalahkan MU Meski Bermain 10 Orang: Bukti Mental Baja Bajol Ijo

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Semua Bonek selalu antusias saat Derby Suramadu digelar. Pertandingan antara Persebaya dan Madura United ini nggak pernah mengecewakan, dan laga pekan ke-29 Liga 1 2024/2025 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, benar-benar membuktikan itu. Bajol Ijo tampil penuh semangat dan disiplin meski hanya bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Tapi inilah yang bikin […]

  • soundtrack film Jumbo

    Jumbo Tak Hanya Pecahkan Rekor Box Office, Ini Rahasia Soundtracknya yang Bikin Melekat di Hati!

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gerai bioskop ramai dipenuhi antrean penonton sejak film animasi Jumbo dirilis pada Hari Idul Fitri 2025. Tak butuh waktu lama bagi karya anak bangsa ini untuk mencatatkan diri sebagai film animasi terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia, dengan total penonton mencapai 775.502 hanya dalam 6 hari. Namun yang membuat Jumbo benar-benar istimewa bukan hanya […]

  • Jadwal Tayang 1 Kakak 7 Ponakan

    Jadwal Tayang Film 1 Kakak 7 Ponakan di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Moko, antara 7 ponakan dan mimpi-mimpinya, hatinya terombang-ambing. Akankah cinta keluarga mampu menjadi jangkar di tengah badai kehidupan? Kisah ‘1 Kakak 7 Ponakan’ akan membuat kita merenung, seberapa besar kekuatan cinta dalam sebuah keluarga. Jadwal Tayang Film 1 Kakak 7 Ponakan di Bioskop Surabaya Hari Ini Untuk kamu yang tinggal di Surabaya dan […]

  • RS Bhayangkara CFD Ponti Sidoarjo

    Asyiknya Periksa Kesehatan Gratis Sambil Seru-Seruan di CFD Ponti GOR Sidoarjo

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Car Free Day (CFD) Ponti GOR Sidoarjo makin asyik! Selain jadi tempat belanja dan jalan-jalan, warga juga bisa menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watu Kosek, Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung Minggu pagi (15/12) dan menjadi bagian dari upaya rutin RS Bhayangkara untuk mendukung masyarakat sadar pentingnya […]

  • Tangis Istri Sidang Ginjal

    Air Mata di Ruang Sidang: Pengakuan Istri Terdakwa Kasus Jual Beli Ginjal Menggugah Nurani

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Tangis terdakwa A (istri terdakwa MF) pecah di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo. Dalam sidang lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok donor ginjal. Sang istri terdakwa MF itu tak mampu menahan emosinya. “Saya hanya ingin meringankan beban hukuman suami saya, Yang Mulia. Karena semua ini bukan keinginan saya, […]

expand_less