Breaking News
light_mode
Selasa, 13 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Diversi, 11 Anak Pelaku Kericuhan Suporter di Suramadu Dibebaskan

Diversi, 11 Anak Pelaku Kericuhan Suporter di Suramadu Dibebaskan

  • account_circle Ruang Arif
  • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Proses diversi terhadap 11 anak berhadapan dengan hukum (ABH) atau dibawah umur, di kantor Polresta Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya, Rabu (12/6/2024). Proses diversi ini difasilitasi oleh Polresta Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya dan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kelas I Surabaya, Walikota Surabaya Eri sahyadi. Serta, turut mengundang orang tua dari 11 ABH.

Mereka itu diamankan atas peristiwa kericuhan dan bentrokan suporter Persebaya Surabaya, Bonek dengan petugas kepolisian di Jalan Kedung Cowek atau akses keluar Jembatan Suramadu sisi Surabaya, pada 31 Mei 2024 lalu. Yakni, bermula dari ejekan antar suporter Persib Bandung dengan Persebaya Surabaya di media sosial. Mereka melakukan sweeping dan berakibat diamankan atas kerusakan mobil dinas Polri, pot bunga dan rambu lalu lintas.

Suasana haru pun menyelimuti proses mediasi tersebut, lantaran Wali Kota Eri meminta kepada 11 ABH itu untuk meminta maaf dengan bersujud, serta mencium kaki dan tangan orang tua mereka. Ia pun dengan tegas meminta mereka untuk berbakti kepada orang tua, serta tidak mengulangi perbuatannya lagi. Sebab, menurutnya, pertemuan itu menjadi pembelajaran bagi 11 ABH.

“Saya memaafkan mereka, karena saya melihat masa depan mereka masih panjang. Karena bagaimanapun masa depan mereka adalah tanggung jawab saya sebagai Walikota Surabaya. Saya pastikan mereka tidak akan pernah melakukan hal ini lagi,” kata Wali Kota Eri.

Berdasarkan hasil diskusi bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP William Cornelis Tanasale, keduanya sepakat untuk memaafkan 11 ABH. “Alhamdulillah Pak Kapolres juga memaafkan, tapi kami menjamin melakukan pembinaan untuk anak-anak. Sehingga ke depan anak-anak ini memiliki wawasan kebangsaan, memiliki attitude (perilaku) yang baik dalam menjaga persatuan,” imbuhnya.

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan Penjual Minuman di Sidoarjo Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Wali Kota Eri pun berharap, apabila muncul konten atau informasi negatif di media sosial, suporter bola diharapkan tidak mudah terpancing agar tidak terpecah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Khususnya, dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) Persebaya Surabaya ke-97, pada 18 Juni 2024 nanti.

“Ini menjadi pengalaman karena sebentar lagi Persebaya akan ulang tahun ke-97, saya berharap ini menjadi pemantik kita untuk selalu berbuat kebaikan, jangan sampai ternodai lagi. Kalau di media sosial saling memanaskan, saling menjatuhkan, dan saling memprovokasi, saya berharap tidak terprovokasi,” ujar dia.

Ia pun berpesan kepada seluruh suporter di Surabaya untuk saling menjaga kondusifitas dan keamanan. Wali Kota Eri pun turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh suporter dan pentolan Bonek atas dedikasinya dalam menjaga keamanan di Kota Pahlawan.

“Kalau ada yang memprovokasi berarti bukan Bonek, dia hanya berniat merusak Persebaya dan Surabaya. Kita buktikan bahwa HUT Surabaya dan HUT Persebaya ke depan tidak ada kerusuhan. Kita lihat senior-senior Bonek berusaha untuk menyatukan, agar penerus-penerus mereka tidak lagi mengalami hal seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Di samping itu, 11 ABH itu akan dilakukan pembinaan. Wali Kota Eri menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan berkoordinasi dengan Bapas Kelas 1 Kota Surabaya terkait teknis pembinaannya. “Jadi nanti kita bekerjasama dengan Bapas, terkait dengan mental dan wawasan kebangsaan. Tadi disampaikan Bapas, dapat dilakukan pembinaan di lingkungan rumah dan sekolah,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M Prasetya mengungkapkan, berdasarkan peraturan perundang-undangan, pihaknya membuka ruang mediasi atau yang dikenal sebagai istilah diversi terhadap ABH.

Meski demikian, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pertama, perbuatan yang dilakukan dengan ancaman pidana kurang dari 7 tahun. Kedua, perbuatan tidak dilakukan berulang, artinya 11 ABH tersebut belum pernah melakukan perbuatan yang sama sebelumnya.

Baca Juga  Lima Kali Menunda Sidang Perkara Perjudian, Majelis Hakim Akan Surati Kajari Tanjung Perak

“Kami mendapat kabar dari Kepala Bapas bahwa 11 anak (ABH) ini juga belum pernah melakukan perbuatan pidana. Kemudian dari hasil asesmen direkomendasikan untuk dilakukan diversi,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil mediasi tersebut, ia menerangkan bahwa Pemkot Surabaya dan Polresta Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya bersepakat untuk memaafkan 11 ABH.

“Sudah disampaikan oleh Bapak Kapolres Tanjung Perak, kami dari kepolisian memaafkan dan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dari Bapak Walikota memaafkan 11 ABH, dan tidak dilakukan ganti rugi barang yang telah dilakukan penegerusakan,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Bonek Tribun Timur, Cak Hasan Tiro menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri atas kebesaran hati dan kepeduliannya dalam menyelesaikan persoalan anak-anak yang terlibat persoalan hukum.

“Terima kasih atas kebesaran hati Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi karena telah membantu adik-adik kami yang terlibat masalah hukum, perihal penyerangan dan kerusuhan antar suporter kemarin. Semoga ini adalah kejadian terakhir, agar ke depan tidak terulang kembali hal-hal yang yang bisa merugikan keluarga dan teman-teman yang lain,” kata Cak Hasan Tiro.

Belajar dari kejadian tersebut, Cak Hasan Tiro berharap agar para suporter bola tidak mudah terprovokasi oleh konten atau informasi apapun di media sosial. “Provokasi itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin memecah belah dan membuat kerusuhan di Surabaya. Pesan untuk teman-teman, bisa belajar dari kejadian ini, provokasi apapun di media sosial, kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” pesannya.

Terpisah, Budi Pribadi salah satu orang tua ABH mengucap syukur dan berterima kasih kepada Wali Kota Eri karena telah memaafkan anaknya. Ia pun mengaku bahwa Wali Kota Eri juga akan membantu anaknya untuk bisa kembali melanjutkan pendidikan.

Baca Juga  Sidang Penyerahan Berkas Terakhir PTUN Surabaya, Suhartono Optimis Gugatannya Menang Lawan Bupati Sidoarjo  

“Alhamdulilah dimaafkan dan dibebaskan oleh bapak Walikota, saya bersyukur dan Insyaallah anak saya tidak mengulangi lagi. Terima kasih Bapak Wali Kota Eri sudah membantu anak saya, setidaknya bisa melanjutkan sekolah lagi,” pungkas Budi Pribadi. (*)

  • Penulis: Ruang Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahyudi tumbal korupsi

    Wahyudi Tumbal Korupsi RPHU Lamongan di Sidang Tipikor

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek RPHU Kabupaten Lamongan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (26/6/2025). Proses hukum ini menyoroti aliran dana mencurigakan seputar pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas. Saksi kunci Rio Dedik mengaku memberikan sejumlah uang terkait proyek tersebut. Di hadapan majelis hakim pimpinan Ni Putu Sri Indayani, Rio menyebut pernah […]

  • Jisoo Trinity Cartier

    Jisoo BLACKPINK Mencuri Perhatian di Singapura

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Marina Bay Cruise Center, Singapura, terlihat meriah pada perayaan 100 tahun Cartier Trinity. Acara ini merayakan genap seabad usia Cartier dengan menggelar pameran  bertajuk “The Trinity 100 Pop-Up”. Acara Cartier Trinity dihebohkan dengan kehadiran brand ambassadornya yaitu Jisoo BLACKPINK yang sangat tak diduga. Jelas penggemar saat itu sangat senang. Jisoo BLACKPINK mencuri […]

  • 16.692 Warga Binaan di Jatim Peroleh Remisi, Terbanyak Secara Nasional

    16.692 Warga Binaan di Jatim Peroleh Remisi, Terbanyak Secara Nasional

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menberikan remisi khusus serta pemotongan masa pidana 16.691 warga binaan dan anak muslim di Jatim, pada momen lebaran idul fitri 2024. Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono mengatakan bahwa ada 16.691 warga binaan dan anak muslim di Jatim mendapatkan remisi khusus dan pemotongan masa pidana. “Alhamdulillah, antara pengusulan dan […]

  • Sidang Perkara Perjudian

    Lima Kali Menunda Sidang Perkara Perjudian, Majelis Hakim Akan Surati Kajari Tanjung Perak

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tidak ada alasan yanga jelas sehingga sidang ditunda sebanyak lima kali dengan agenda saksi dalam perkara perjudian nomor : 1012/Pid.B/2024/PN Sby dengan terdakwa a/n Liong Hwa Tiong, majelis hakim yang di pimpin oleh Darwanto, namun hakim marah marah diruang sidang tirta lantaran (Hj) jaksa penuntut umum dari kejari perak yang menyidangkan perkara […]

  • Jadwal Tayang Bioskop Captain America : Brave New World di Surabaya

    Jadwal Tayang Film Captain America: Brave New World di Bioskop Surabaya Hari Ini, 21 Februari 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film “Captain America: Brave New World”, arahan dari Julius Onah, menampilkan Anthony Mackie sebagai Sam Wilson/Captain America, Harrison Ford sebagai Jenderal Thaddeus “Thunderbolt” Ross, Tim Blake Nelson sebagai Dr. Samuel Sterns/The Leader, dan Liv Tyler sebagai Betty Ross. Sebagai bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU), film ini sangat dinantikan oleh para pecinta superhero. […]

  • Kantor Imigrasi Klas 1 Surabaya

    Imigrasi Surabaya Berhasil Gagalkan Penyelundupan 17 Warga Nepal

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil mengungkap aksi sindikat penyelundupan manusia yang melibatkan 17 warga Nepal dan menjadikan Indonesia sebagai negara transit. Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Ramdhani, menyebut bahwa operasi ini bermula dari laporan masyarakat pada 16 Desember 2024, yang segera ditindaklanjuti oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim). “Korban […]

expand_less